(0778) 4807829

Mengapa Memilih Sekolah Islam Nabilah?

Kurikulum

Perpaduan Kurikulum Nasional dengan Pembelajaran Bahasa Arab, English & Pembelajaran Tahfiz Al-Qur'an

Kelas Nyaman

Dilengkapi Ruangan Ber-AC dengan Rasio Pendidik dan Peserta Didik dalam Kelas adalah 1 : 20

Tempat Bermain

Tempat Bermain yang Edukatif

KBM yang Islami

Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Islam Nabilah Selalu Menanamkan Ruh Keimanan di Setiap Mata Pelajaran Kepada Peserta Didik

Pengajar Berkompeten

Tenaga Pengajar di Sekolah Islam Nabilah adalah Para Sarjana dengan Kompetensi Sesuai sehingga dapat memberikan pendidikan terbaik untuk ananda

PPDB Online Sekolah Islam Nabilah

Surat Edaran Menteri Kemdikbud No.4 Tahun 2020 terkait mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orang tua secara fisik di sekolah.

E-Learning

Berita

BERITA SEKOLAH

31 March 2023

Buka Bersama dan Mabid SD Islam Nabilah Batam Hari Rabu-Kamis: tgl 29-30 April 2023

Acara ini dihadiri, 158 Siswa dan 30 Guru Sekolah Islam Nabilah. dengan Tema : " 4 MUSUH BAGI ORANG YANG BERIMAN " اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ مَنْ تَوَكَّلَ عَلَيْهِ بِصِدْقِ نِيَّةٍ كَفَاهُ وَمَنْ تَوَسَّلَ إِلَيْهِ بِاتِّبَاعِ شَرِيْعَتِهِ قَرَّبَهُ وَأَدْنَاهُ وَمَنِ اسْتَنْصَرَهُ عَلَى أَعْدَائِهِ وَحَسَدَتِهِ نَصَرَهُ وَتَوَلاَّهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ حَافَظَ دِيْنَهُ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ Musuh orang beriman ada 4, sebagai mana yg dikatakan imam Abu Allaits, seorang ulama asal samarkhan, ahli Alquran, penulis kitab Bahrul ulum .. وقال ابو الليث : اعلم ان لك اربعة من الاعداء تحتاج الى ان تجاهد كل واحد منهم : الاول : الدنيا قال تعالى :(( فلا تغرنكم الحياة الدنيا )) والثاني : نفسك روى عنه صلى الله عليه وسلم : (( اعدى عدوك نفسك التى بين جنبيك )) وقال تعالى : (( وما ابرىء نفسي ان النفس لامارة بالسوء )) والثالث : شيطان الجن ، فاستعذ بالله تعالى منه (( ان الشيطان لكم عدو فاتخذوه عدوا )) والرابع : شيطان الانس فاحذر منه فانه اشد عليكم من شيطان الجن ، لان شيطان الجن يكون اغواؤه بالوسوس فقط ، واما شيطان الانس فبالمعاينة والمواجهة والاعانة Abu laits rodhiyallahu ‘anhu berkata : ketahuilah !!! bahwa engkau mempunyai empat musuh, yang masing masing darinya, engkau perlu berjuang mengalahkannya:  1. Dunia Allah berfirman ( فلا تغرنكم الحياة الدنيا), Artinya: “Jangan sekali-kali kehidupan dunia menipu kalian.” 2. Nafsu-mu , ia adalah MUSUH YANG PALING BERBAHAYA Baginda Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam: (أعدى عدوك نفسك التي بين جنبيك) Artinya: ‘Musuhmu yang paling berbahaya adalah jiwamu yang berdampingan denganmu.’ Firman Allah SWT; ( وما ابرئ نفسي ان النفس لأ مارة بالسوءالا ما رحم ربي ان ربي غفور رحيم Artinya: “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi Rahmat dari Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku maha pengampun lagi maha penyayang." 3. Syetan dari bangsa jin, maka mohon perlindunganlah kepada Allah dari godaannya. 4. Syetan dari bangsa manusia, syetan jenis ini jauh lebih berbahaya daaripada syetan dari golongan jin. Karena godaan (bujukan,perdaya) dari syetan dari golongan jin hanya berupa waswas yang dihembuskan dalam hati. Akan tetapi tipudaya syetan dari golongan manusia, bisa berupa pertolongan, pertemuan (perjumpaan,berhadapan,bergaul) dan bantuan (dukungan,support dll). Hawa nafsu adalah salahsatu dari empat musuh yang paling berbahaya. Mengapa ? Pertama, karena ia berada dalam diri manusia dan tak pernah meninggalkannya walau seditik pun. Kedua, ia (hawa nafsu) akan selalu mengarahkan manusia bahwa yang berbahaya itu adalah musuh di luar dirinya, sehingga manusia berkeyakinan seperti itu, sementara nafsu aman berada dalam diri manusia dan melakukan aksinya. Ketiga, karena ia (hawa nafsu) berada dalam diri, maka keburukan terkait diri akan ditutupi sebisa mungkin, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah. Keempat, karena ia (hawa nafsu) melibatkan nama baik, jabatan, status sosial dll. Semoga kita dapat terhindar dari ke 4 musuh orang beriman tadi. Dan mampu mengendalikan hawa nafsu menuju nafsu yang dikasihi Allah SWT. Yaitu nafsu muthmaiinnah... Aamiin

PRESTASI

11 May 2023

Khansa, Petenis Batam Sapu Gelar

Khansa Zahira Rahma (Batam) meraih gelar juara tinggal dan ganda putri KU-12 Kejurnas Yunior di Padang.f-ist/katasiber. BATAM – Khansa Rahma Zahira (Batam) Kelas 5 SDI Nabilah Batam menjuarai Kejuaraan Nasional Tenis Lapangan Junior IMTC Pelti yang diselenggarakan dari tanggal 2- 6 Mei 2023 di Padang. Kejuaraan nasional tenis yunior yang diikuti tidak kurang dari 126 peserta terbagi kedalam KU 10: KU-12: KU-14, KU -16 dan KU -18 yang terbagi ke dalam kelompok putra dan putri. Pada nomor tunggal putri kategori umur 12 tahun, Khansa yang menempati unggulan ke, mampu mengalahkan lawan- lawannya. Pada partai final berhadapan dengan petenis asal DKI Jakarta , terjadi permainan saling jual beli pukulan. Berpasangan dengan petenis asal Bondowoso(Jatim) Khansa/ Serena Aulia mampu menumbangkan unggulan pertama di babak awal dan pada partai final mampu menyelesaikan pertandingan dengan mengalahkan unggulan kedua pasangan dari Kampar/ Sijunjung. Pada nomor tunggal putri kategori umur 12 tahun, Khansa yang menempati unggulan pertama, mampu mengalahkan lawan- lawannya. Pada partai final berhadapan dengan petenis asal DKI Jakarta , terjadi permainan saling jual beli pukulan. Dengan bekal pengalaman kejurnas pelti yunior di Batam pada Januari lalu, Khansa mampu menyelesaikan pertandingan dan sekaligus merebut gelar juara. Keberhasilan meraih juara tunggal dan tanda pada KU-12 putri tersebut akan menambah Poin bagi petenis Batam tersebut untuk bersaing di tingkat nasional. (ks)

RUANG GURU

05 January 2023

LIBURAN EKSPLORASI - EDUKATIF : APLIKASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Gambar 1. Kunjungan Edukatif dan Pembelajaran Outdoor Siswa SD Islam Nabilah, Batam Oleh : Dr. Sarmini, S.Pd.,M.M.Pd Menjadi seorang guru menurut penulis, setidaknya harus mampu  berperan terbaik menjadi : pengajar, pendidik, pembimbing, sahabat siswa dan orang tua pengganti, seperti yang diterapkan di Sekolah Islam Nabilah, Batam.  Dan untuk mencapainya harus dapat menciptakan lingkungan yang tidak hanya mendukung empat Pilar Pembelajaran (learning to know, learning to do, learning to be, learning to life together), tetapi juga memberi kesempatan siswa untuk bereksplorasi, bereksperimen serta melakukan  observasi dan akhirnya menemukan jawaban seiring dengan proses pembelajaran berjalan. Lalu bagaimana kegiatan yang dilaksanakan anak ketika libur ? Dapatkah ketika liburan tetap diisi dengan kegiatan bernuansa  edukasi ? Libur Semester Ganjil TP 2022-2023 telah tiba. Dalam mengisi liburan sekolah, siswa-siswi Sekolah Islam Nabilah, Batam mengisi dengan beberapa kegiatan dan tetap tanpa meninggalkan nilai edukatif. Guru-guru di Sekolah telah terbiasa dan selalu memberikan pesan edukatif kepada siswa, agar dalam mengisi liburan tetap diisi dengan kegiatan yang posisif. Dan siswa mengaplikasikan Merdeka Belajar dari Kurikulum Merdeka dari sisi pandang siswa. Makna Merdeka Belajar Makna Merdeka Belajar menurut Mendikbud Nadiem Makarim adalah sekolah, murid, dan guru memiliki kebebasan untuk berinovasi, belajar dengan mandiri dan kreatif. Kementerian Pendidikan dan dinas pendidikan akan berupaya untuk memberikan ruang inovasi di masing-masing sekolah. Konsep Merdeka Belajar menurut Ki Hadjar Dewantara dapat dilihat dalam pemikirannya mengenai pendidikan yang mendorong terhadap perkembangan siswa, yaitu pendidikan mengajarkan untuk mencapai perubahan dan dapat bermanfaat bagi lingkungan masyarakat. Pendidikan juga merupakan sarana untuk meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan potensi yang ada dalam diri, karena selama ini pendidikan hanya mengembangkan aspek kecerdasan, tanpa diimbangi dengan sikap perilaku yang berkarakter dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan. Contoh Merdeka Belajar dalam Islam Nabi Ibrahim adalah salah satu contoh Agent Of Change dalam Pendidikan. Kisah Nabi Ibrahim AS dalam bereksperimen mencari dan menemukan Tuhan yang Maha Esa merupakan contoh Merdeka Belajar Dalam Pendidikan Islam yang sangat sesuai. Bagaimana Proses berpikir yang didasari oleh rasa ingin tahu yang luar biasa dari hamba Allah yang cerdas dan mempunyai Education - Power yang istimewa. Diawali ketika Nabi Ibrahim mengkritik perbuatan ayahnya ( Azar ) yang menyembah berhala : “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” [QS. Al-An’am/6:74]. Kemudian  Allah memperlihatkan Nabi Ibrahim AS tanda-tanda kebesaran dan keagungan- Nya di langit dan di bumi. Ibrahim kemudian melakukan dialog kosmologis-teologis. “Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang, (lalu) dia berkata: Inilah Tuhanku.” Tetapi, ketika  bintang itu tenggelam, dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam. Saya tidak suka kepada yang tenggelam”. Dialog tersebut menumbuhkan kesadaran teologis pada diri Nabi Ibrahim bahwa Tuhan tidak semestinya “muncul lalu menghilang”. Karena tidak menemukan jawaban,  maka Nabi Ibrahim melanjutkan dengan mengamati dan mencermati bulan. Dari hasil observasi Nabi Ibrahim terhadap bulan membawanya kepada kesimpulan sementara bahwa fenomena bulan sama saja dengan bintang: muncul dan tenggelam. Bulan tidak layak dituhankan. Artinya, ada Tuhan sejati yang menciptakan dan mengatur peredaran bulan. Nabi Ibrahim mulai merasakan pentingnya “pertolongan dan petunjuk” dari Tuhan sejati agar tidak menjadi orang-orang yang sesat. Kemudian Nabi Ibrahim melanjutkan observasinya dengan persepsi mendasar bahwa Tuhan tidak mungkin  fenomena alam yang muncul dan hilang begitu saja. Pada pagi harinya, “Ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Tetapi, tatkata matahari mulai terbenam, pencarian dan pembuktian bahwa Allah itu Maha Esa, tiada tuhan selain Dia (tauhid hakiki) mengandung makna liberasi (pembebasan, pemerdekaan). Karena itu, siapapun yang masih terikat dan tergantung pada tuhan selain Allah itu pasti tidak merdeka, atau musyrik. Atas dasar obervasi fenomena alam, pembuktian ketuhanan ciptaan tuhan yang muncul dan tenggelam, dan penalaran logis, Ibrahim menegaskan bahwa “Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” [QS al-An’am/6:79]. Inilah pandangan, sikap, dan keyakinan teologis yang rasional bahwa bertauhid itu sejatinya merdeka dari segala sesembahan, berhala, atau tuhan palsu yang membuat manusia tersandera dan terkungkung oleh sifat-sifat makhluk. Jadi, dalam perspektif Islam, merdeka belajar itu harus berangkat dari keyakinan teologis (tauhid) yang memerdekakan diri pembelajar. Keyakinan teologis ini berimplikasi kepada sikap kritis bahwa sumber kebenaran ilmu, baik melalui proses pembelajaran maupun pengalaman empirik, berasal dari Allah SWT. Berdasarkan penegasan Ibrahim tersebut, merdeka belajar itu sejatinya merupakan fitrah, kecenderungan alami dan kecintaan terhadap kebijaksanaan (filsafat) yang ditanamkan oleh Allah pada diri manusia. Dengan demikian, merdeka belajar bukan sekadar bebas tanpa batas dalam belajar, mempelajari, dan mencari ilmu pengetahuan. Akan tetapi, merdeka belajar dalam Islam merupakan spirit untuk memenuhi rasa ingin tahu (kuriositas) dan rasa ingin mengenal Allah, di samping rasa ingin menguasai dan mendalami ilmu pengetahuan dan keterampilan secara tidak “dibatasi” batasan ilmu dunia. Spirit merdeka belajar itu sejatinya belajar menguasai kompetensi dan keterampilan secara lebih luas dan multidisiplin ilmu. Dalam al-Qur’an, konsep merdeka belajar ini dapat diejawantahkan dengan memahami filosofi “iqra’” (perintah membaca). Iqra’ di sini lebih kepada membaca segala sesuatu ciptaan Allah dengan niat mendapatkan kemanfaatan agar lebih dekat dan memikirkan segala keagungan-Nya. Sehingga akan menumbuhkan sifat-sifat dan karakter positif. Gambar 2. Biana, siswa kelas VI berbagi kebahagiaan dengan membagikan oleh-oleh kepada teman-teman sekelasnya, sepulang liburan dati Thailand Selaras dengan pelajaran dari Allah melalui Nabi Ibrahim, maka kita juga harus mengajarkan anak-anak menjadi cerdas dalam belajar. Bahkan ketika anak-anak kita mengisi liburannya dengan segala kegiatan yang bersifat eksperimen, eksplorasi dan observasi akhirnya menemukan sesuatu yang jawaban ( sebagai hasil ) bermakna maka secara proses itu merupakan pembelajaran terbaik. Sekalipun pada saat liburan sekolah, anak-anak tetap dapat mengambil makna pembelajaran merdeka dari sisi pandang anak dengan berlibur ke pantai bersama keluarga, atau liburan ke luar negeri begitu pulang membawakan oleh-oleh untuk teman-temannya di kelas, sehingga temannya yang tidak pergi liburan merasakan “seakan-akan” juga ikut mengunjungi tempat di mana oleh-oleh tadi berasal. Ini merupakan bukti fisik dari keberhasilan Pembelajaran Character Building. Di akhir tulisan ini, penulis ingin mengambil kalimat bijak dari Nabi Muhhamad SAW, yaitu  Sabda Rosululloh menyatakan sebagai berikut,“Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian." Hal ini dapat diartikan bahwa guru senantiasa mendidik seluruh peserta didik sesuai dengan zamannya, di mana anak tersebut berpijak, bukan sesuai dengan zamanmu/guru tersebut, karena mereka hidup bukan pada zamanmu. Seperti hadits berikut: “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu” (H.R. Ali Bin Abi Thalib). Mari terus menjadi fasilitator generasi cerdas intelektual, emosional dan spiritual dalam setiap niat kita. Semoga menjadi amal jariyah kita semua, aamiin

Mitra